Di
era globalisai yang hingar bingar ini, dunia jurnalistik masih sering terdengar
awam bagi masyarakat. Hal ini dipicu karena masyarakat terutama di Indonesia, masih
kurang dalam hal membaca. Orang Indonesia lebih suka menggunakan video atau
audio dalam kegiatan sehari-hari ketimbang harus menggunakan hal-hal yang
berbau teks. Padahal membaca adalah hal yang dapat dilakukan untuk mengasah
otak kita agar tidak pikun. Membaca dan menulis juga dapat mengembangkan
imajinasi kita, justru dari menulis dan membacalah segi video dan audio
berkembang.
Di
kampusku, STIKOM YOS SUDARSO PURWOKERTO terdapat UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa)
Jurnalistik, UKM ini bernama JOYS. JOYS (Journalistic of Yos Sudarso) sendiri
tercipta karena beberapa mahasiswa yang mencintai dunia jurnalistik yang ingin
meluapkan karya mereka ke dalam bentuk majalah. Jadi pada tahun 2014, para
pendahulu saya di komunitas joys, mulai aktif membuat sebuah majalah. Terhitung
dari 2014 – 2018, joys sendiri sudah menerbitkan 4 majalah.
Kegiatan
di joys itu cukup menyenangkan, kita bisa belajar menulis disini. Perekrutan anggotapun
tidak memberikan syarat harus pintar menulis. Kita menerima dari segala aspek
bidang, kita meyakini untuk membuat majalah tidak hanya membutuhkan seorang
jurnalis. Joys juga membutuhkan seseorang dengan bidang desain, penata bahasa,
akuntan, marketing, dll. Jadi joys sendiri tidak diciptakan hanya untuk seorang
pecinta jurnalis, melainkan kita tercipta untuk menampung seseorang yang
memiliki kemauan untuk mencapai hasil bersama.
Joys
sendiri juga pernah melakukan kegiatan bedah majalah di radio Sonora
purwokerto, jadi untuk UKM kami sebenarnya bisa di katakana cukup aktif. Yang menjadi
kendala sebenarnya adalah seperti kurangnya mahasiswa yang berminat di bidang
kami. Mereka terlalu mendoktrin bahwa Joys hanyalah untuk anak-anak kutu buku
yang hobi menulis. Padahal pada kenyataanya kegiatan kami lebih dari itu.
Nah,
berbicara mengenai dunia globalisasi nih temen-temen, Majalah kini juga mulai
di tinggal karena adanya pendapatan informasi yang bisa di akses melalui hp. Lalu
bagaimana rencana Joys untuk bisa bertahan? Rencananya mungkin kami ingin
menerapkan sistem E-Commerce untuk penjualannya, jadi Joys tidak hanya terbit
untuk di cetak, namun juga terbit melalui pdf yang yang bisa di akses melalui
hp. Tantangan kami sekarang adalah, bagaimana kami bisa membuat konten yang
selalu menarik dan di tunggu pembaca.
Jadi
teman- teman, khususnya kalian mahasiswa/i STIKOM yos sudarso purwokerto,
apakah kalian berminat untuk membantu kami bersama-sama membangun majalah
kampus kita untuk terus berkembang? Yuk kami tunggu karya-karya kalian, karena
tanpa kalian kami bukanlah apa –apa. Sekian, sampai jumpa di artikel berikutnya
J








Comments
Post a Comment